Langsung ke konten utama

 

PENGARUH PERMAINAN CONGKLAK TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG ANAK USIA DINI

Giona Yosiana

Fakultas Psikologi, Universitas Esa Unggul, Tangerang

e-mail: akwila.giona@gmail.com

ABSTRAK

Bermain merupakan aktivitas menyenangkan bagi anak usia dini, bermain dapat menjadi dunia bagi anak untuk mengenali dan mengembangkan diri serta kemampuannya. Permainan yang dimainkan memiliki banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh anak, seperti melatih sosialisasi dan memberikan pengetahuan kognitif. Usia dini merupakan usia di mana anak dapat mempersiapkan dirinya untuk menghadapi kehidupan di masa yang akan datang. Oleh sebab itu, anak harus diperlengkapi dengan pengetahuan dasar seperti berhitung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh permainan congklak terhadap kemampuan berhitung anak usia dini. Penelitian ini menggunakan studi literatur dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan mencari referensi pada buku, jurnal, dan situs di internet. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permainan congklak berpengaruh terdapat kemampuan berhitung anak usia dini.

Kata kunci: permainan congklak, kemampuan berhitung, usia dini

ABSTRACK

Playing is a fun activity for early childhood, playing can be a world for children to recognize and develop themselves and their abilities. The games that are played have many benefits that can be felt by children, such as training socialization and providing cognitive knowledge. Early age is an age that children can prepare themselves to face life in the future. Therefore, children must be equipped with basic knowledge such as counting. This study aims to determine how the influence of the congklak’s game on the ability to count early childhood. This study uses a literature study using a qualitative approach. The data used is secondary data by looking for references in books, journals, and websites on the internet. The results of this study indicate that the game of Congklak has an effect on the ability to count in early childhood.

Key words: Congklak’s game, numeracy skills, early age

 

PENDAHULUAN

Anak merupakan sebuah aset yang sangat berharga bagi orang tua dan Negara di masa yang akan datang karena masa depan Negara ini berada di dalam tangannya. Untuk bisa mewujudkan masa depan yang berharga, anak diperlengkapi dengan ilmu dan pendidikan yang harus ditempuh dalam waktu yang tidak sebentar. Pendidikan sangat diperlukan oleh anak karena pendidikan dapat membantu anak untuk mendapatkan banyak ilmu dan keterampilan sehingga dapat menjadi batu loncatan agar anak bisa lebih maju dan dapat mengembangkan dirinya dalam berbagai aspek. Pada zaman sekarang, orang tua biasa memberikan fasilitas pendidikan kepada anak sejak usia dini. Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 angka 14 menyatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikan anak usia dini dapat dikatakan sebagai sebuah keharusan bagi anak karena pendidikan yang ditekuni sejak dini akan menjadi sebuah pondasi bagi masa depannya kelak. Pendidikan yang diterima bagi anak usia dini merupakan pendidikan dasar dan bersifat sangat sederhana, seperti membaca, menulis, dan berhitung.

Dalam kehidupan sehari-hari, berhitung merupakan hal yang penting dan tidak terlepas dari kehidupan manusia. Tidak sedikit orang tua yang memutuskan anaknya untuk mengikuti les agar anaknya mampu untuk berhitung dengan baik, banyak orang tua yang menganggap bahwa anak yang belum bisa berhitung merupakan anak yang tidak pintar dan akan tertinggal dalam berbagai aspek. Berhitung pada anak dapat diajarkan dengan cara yang sederhana dan dapat membuat anak senang, misalnya melalui permainan. Bermain merupakan dunia bagi anak, termasuk anak usia dini. Bermain dapat menjadi sarana bagi anak untuk mengenal dirinya dan menggali potensi yang mereka miliki sehingga bermain dapat membantu anak untuk mengembangkan segala aspek yang mereka miliki.

Dalam pendidikan yang diikuti oleh anak usia dini, pembelajaran yang dilakukan sebagian besar merupakan sebuah kegiatan bermain yang dapat dipahami dan diikuti oleh anak. Melalui permainan tersebut, diharapkan anak mampu memahami setiap angka dengan baik dan mengerti perbedaan dari setiap angka yang ada. Permainan yang dapat dilakukan sangat beragam, mulai dari permainan tradisional hingga modern. Saat ini, anak cenderung lebih menyukai permainan modern yang berhubungan dengan gadget sehingga mereka cenderung memiliki sifat cuek dan individualis. Dalam dunia pendidikan, permainan yang cocok dengan pembelajaran meghitung adalah permainan tradisional, seperti congklak. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis mengambil judul “Pengaruh Permainan Congklak terhadap Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini”. Oleh sebab itu, rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pengaruh dari permainan congklak terhadap kemampuan berhitung anak usia dini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari permainan congklak terhadap kemampuan berhitung anak usia dini.

METODE PENELITIAN

A.    Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam jurnal ini adalah pendekatan kualitatif, McMillan dan Schumacher dalam (YULI ASMI ROZALI, 2020) mendefinisikan metode kualitatif sebagai tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan terhadap manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannya. Metode penelitian dalam jurnal ini adalah menggunakan metode studi literatur yaitu studi kepustakaan yang terkait dengan objek penelitian dan menggunakan pemilihan buku yang disesuaikan dengan tema utama penulisan.

B.    Objek Penelitian

Objek penelitian dalam (sosiologis.com, 2018) adalah isu, problem, atau permasalahan yang dibahas, dikaji, diteliti dalam riset sosial. Objek dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh dari permainan congklak terhadap kemampuan berhitung anak usia dini.

C.    Jenis dan Sumber Data

Penelitian  ini  menggunakan  studi literatur, yaitu mencari  sumber  data  sekunder  yang  akan  mendukung  penelitian dan yang diperlukan  untuk  mengetahui  sampai  ke  mana  ilmu  yang berhubungan  dengan penelitian  telah  berkembang, serta sampai  ke  mana  terdapat  kesimpulan  dan  degeneralisasi  yang  telah  pernah dibuat sehingga situasi yang diperlukan dapat diperoleh (Syukwansyah, 2016).

Penelitian kualitatif ini menggunakan data sekunder. Data sekunder adalah jenis data dalam penelitian berdasarkan cara memperolehnya, yang artinya sumber data penelitian yang diperoleh dan dikumpulkan peneliti secara tidak langsung melainkan dengan pihak lain (Dqlab, 2021). Data sekunder  dalam penelitian ini diperoleh dari  referensi  studi kepustakaan, seperti buku referensi, artikel, jurnal, dan sumber lainnya yang relevan dengan penelitian terkait.

D.    Metode Pengumpulan Data

Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi literatur, sehingga pengumpulan data dalam penelitian ini selain dari buku referensi digunakan juga sumber- sumber berikut ini (Syukwansyah, 2016).

-          Buku teks yaitu buku ilmiah yang ditulis rapi yang diterbitkan dengan interval yang tidak tentu

-           Jurnal, yaitu majalah ilmiah yang berisi tulisan ilmiah atau hasil seminar

-           Periodical, yaitu majalah ilmiah yang diterbitkan secara berkala oleh lembaga seperti pemerintahan

E.    Analisis Data

Analisis data dilakukan dengan studi literatur dengan cara membaca sumber-sumber kepustakaan untuk memperoleh data-data yang diperlukan dengan langkah-langkah sebagai berikut (Syukwansyah, 2016):

-       Membaca segala keterangan yang ada dalam penelitian apakah tersedia keterangan yang sesuai dengan permasalahan penelitian

-          Mengumpulkan sumber bahan kajian yang relevan dengan masalah di dalam penelitian

-     Mengutip informasi yang ada pada bacaan tersebut secara langsung dan menggunakan kata-kata sendiri

-       Mencatat hal-hal penting dan mempelajari indeks di halaman belakang buku untuk mencari halaman yang berkenaan dengan yang dicatat dalam kartu yang disediakan

-           Menyimpulkan hasil yang diperoleh

-           Melakukan interpretasi atas hasil yang diperoleh

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.    Permainan Congklak

Permainan tradisional pada umumnya sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Permainan tradisional merupakan suatu hasil budaya masyarakat sejak zaman dulu yang terus berkembang dan ada sampai saat ini. Permainan tradisional memiliki ciri khas tersendiri, seperti menggunakan bahan-bahan sederhana dan cara memainkannya cukup muda sehingga dapat diterima oleh masyarakat dengan latar belakang usia yang berbeda. Permainan tradisional memiliki beberapa jenis serta memiliki perbedaan dalam cara memainkannya, ada yang menggunakan media untuk bermain, bahkan ada yang hanya mengumpulkan kelompok anak untuk bermain tanpa menggunakan media apapun. Permainan tradisional memberikan banyak manfaat bagi anak, misalnya untuk melatih sosialisasi anak dan untuk memberikan wawasan atau ilmu kepada anak, contoh permainan tradisional yang dapat melatih sosialisasi dan memberikan wawasan kepada anak adalah permainan congklak.

Permainan congklak merupakan permainan tradisional yang menggunakan bidang panjang yang terdiri dari tujuh buah cekungan pada masing-masing sisi dan terdapat satu buah cekungan yang lebih besar pada bagian sisi kiri dan kanan yang biasa disebut sebagai lumbung. Menurut Sukirman Darmamulya dalam (Alvisari, 2017) menyatakan bahwa permainan congklak yang mahir, memilik ikekuatan untuk berhitung dan memilih peluang akan pembagian biji-biji ke dalam masing-masing cekungan yang terdapat dalam alat bermainnya. Menurut Euis Kurniati dalam (Alvisari, 2017), permainan tradisional congklak merupakan permainan tradisional yang menitikberatkan pada penguasaan berhitung, permainan ini juga memiliki beberapa peranan, di antaranya adalah untuk melatih keterampilan berhitung anak dan melatih motoric halus, serta melatih kesabaran ketika menunggu giliran saat temannya bermain.

Congklak adalah permainan tradisional yang dimainkan oleh dua orang dan permainan ini tidak memutuhkan aktivitas fisik di dalamnya, namun permainan ini dapat melatih anak untuk pandai berhitung dan menyusun strategi untuk mengalahkan lawan. Cara untuk bermain congklak sangat mudah, di antaranya:

-           Isi setiap lubang dengan kerang sebanyak 7 buah, namun permain harus mengosongkan bagian lumbung yang berada pada ujung sisi kiri dan kanan

-           Setelah itu, tentukan siapa yang akan mulai duluan atau bisa dimulai dengan cara mengambil kerang dari masing-masing bagian paling ujung kanan dan sebarkan pada setiap lubang di sebelahnya serta tidak boleh mengisi bagian lumbung lawan. Setelah itu, lihat siapa yang kerangnya jatuh ke lubang yang kosong dan peserta tersebut dianggap “mati”

-           Kemudian peserta dipersilahkan untuk memilih lubang mana yang akan disebar, jika kerang yang terakhir jatuh di lubang yang ada kerangnya maka kerang tersebut harus diambil dan disebarkan lagi.

-           Permainan terus berulang hingga kerang yang berada pada lubang habis dan hitung kerang milik siapa yang paling banyak jumlahnya di lumbung, maka dia adalah pemenangnya.

Permainan congklak memiliki banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh anak. Permainan congklak pada dasarnya akan memberikan pemahaman akan budaya kepada anak, namun ada beberapa manfaat lain yang akan diterima oleh anak ketika anak bermain permainan ini. Berikut beberapa manfaat dari permainan congklak:

-          Melatih motorik halus: permainan congklak mengharuskan pemainnya untuk memindahkan kerang dari satu lubang ke lubang lain, dengan kata lain maka anak akan menggenggam setiap kerang yang akan disebar.

-          Melatih kesabaran anak: permaianan congklak dimainkan oleh dua orang di mana setiap pemain harus saling menunggu ketika lawan sedang bermain, oleh sebab itu permainan ini akan melatih kesabaran anak untuk menunggu saat lawan sedang bermain.

-          Melatih kemampuan analisa: permainan congklak dapat melatih kemampuan analisa anak karena anak akan berpikir dan mengambil tindakan untuk memilih lubang mana yang akan diambil kerangnya untuk disebar ke lubang lain.

-           Melatih sosialisasi anak: dengan bermain congklak, maka anak akan bersosialisasi satu sama lain ketika bermain, seperti mengobrol dan tertawa bersama.

-          Memberikan ilmu: hal ini merupakan manfaat yang cukup penting bagi anak karena dengan bermain congklak, anak akan merasakan dampak dari keterampilan dan kemampuan berhitung. Permainan ini dapat membantu anak untuk belajar menghitung ketika ia menyebar kerang ke lubang lain sehingga dengan seiring berjalannya waktu, anak akan memahami bagaimana cara berhitung yang baik melalui permainan ini.

B.    Kemampuan Berhitung

Pendidikan bagi anak usia dini dapat dikatakan penting karena dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan anak untuk tahap selanjutnya. Kemampuan berhitung adalah salah satu pembelajaran yang diberikan kepada anak usia dini, usia dini menurut undang-undang no. 20 tahun 2003  tentang sistem pendidikan nasional yang disebut dengan anak usia dini adalah anak usia 0- 6 tahun, sedangkan menurut para ahli adalah anak usia 0-8 tahun. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki dan dikembangkan oleh anak usia dini adalah kemampuan berhitung yang akan menjadi bekal untuk kehidupannya di masa depan. Menurut Susanto dalam (Putri Budiani Dolok Saribu, 2018) menyatakan bahwa, “kemampuan berhitung permulaan ialah kemampuan yang dimiliki setiap anak untuk mengembangkan kemampuannya, karakteristik perkembangnnya dimulai dari lingkungan yang terdekat dengan dirinya, sejalan dengan perkembangannya kemampuannya anak dapat meningkat ketahap pengertian mengenai jumlah, yaitu berhubungan dengan jumlah dan pengurangan”.

Berhitung merupakan bagian dari ilmu matematika yang sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan sebagainya. Berhitung sangat diperlukan untuk mengembangkan kemampuan berhitung, terutama pemahaman konsep bilangan yang merupakan dasar dari kemampuan matematika yang diperlukan dalam pendidikan dasar. Menurut Suyanto dalam (Putri Budiani Dolok Saribu, 2018) manfaat utama pengenalan matematika, termasuk di dalamnya kegiatan berhitung ialah mengembangkan aspek perkembangan dan kecerdasan anak dengan menstimulasi otak untuk berfikir logis dan matematis.

Dengan begitu, kemampuan berhitung sangat penting dalam kehidupan manusia sehingga harus diajarkan sejak dini dengan berbagai metode dan cara pengajaran yang dapat diterima oleh anak. Pengenalan kemampuan berhitung pada anak harus diajarkan secara bertahap, mulai dari pengenalan angka, lambing bilangan, hingga penjumlahan. Dalam dunia anak usia dini, yang mereka tahu adalah bermain sehingga orang tua dan guru harus mengambil peran dalam situasi ini, misalnya menciptakan metode pengajaran kemampuan berhitung melalui permainan yang dapat membuat anak tertarik dan terlibat di dalamnya.

C.    Pembahasan Permainan Congklak dan Kemampuan Berhitung

Kemampuan berhitung dapat dikatakan penting untuk dimiliki oleh anak usia dini karena akan memudahkan setiap aktivitas anak di kemudian hari. Kemampuan berhitung dapat diajarkan oleh orang tua dan guru melalui tindakan yang dapat membuat anak menjadi senang sehingga pengajaran yang diberikan dapat diterima oleh anak dengan baik. Dunia bermain merupakan dunia bagi anak karena melalui bermain anak akan merasa senang dan dapat mengembangkan dirinya, oleh sebab itu dunia bermain dapat dijadikan sebagai sebuah media pembelajaran untuk anak. Contoh media bermain yang dapat digunakan untuk media pembelajaran berhitung adalah permainan congklak, permainan ini dapat membantu anak untuk dapat mengenal angka dan berhitung secara perlahan karena syarat dalam bermain permainan ini adalah menghitung sehingga seiring dengan berjalannya waktu sang anak akan sedikit demi sedikit mamahami apa itu berhitung. Hal terpenting yang didapat adalah anak merasa nyaman saat belajar karena menggunakan media permainan sehingga membuat anak merasa tidak bosan. Dengan kegiatan bermain congklak, anak dapat melatih kemampuan berhitung dengan menyenangkan.

KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan

Permainan congklak adalah permainan tradisional yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, permainan ini memiliki berbagai macam manfaat yang dapat dirasakan oleh anak usia dini. Anak usia dini adalah anak dengan usia 0-6 tahun di mana usia ini merupakan usia awal anak untuk membekali dirinya dengan ilmu dasar yang akan digunakan di kemudian hari. Pada usia dini, anak dapat belajar berbagai hal, seperti membaca, menulis, dan berhitung. Berhitung merupakan hal yang sangat penting yang harus dipahami oleh anak, mulai dari mengenal angka, memahami operasi bilangan, dan sebagainya. Oleh sebab itu, belajar berhitung dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan sederhana agar dapat diterima baik oleh anak. Salah satu caranya adalah membuat proses belajar menjadi menyenangkan dengan menggunakan media permainan, media yang dapat digunakan oleh anak untuk belajar berhitung adalah permainan congklak.

Berdasarkan hasil penelitian, penulis dapat menarik beberapa kesimpulan dan dapat menjawab rumusan masalah yang berkaitan dengan bagaimana pengaruh permainan congklak terhadap kemampuan berhitung anak usia dini. Permainan congklak sangat berpengaruh dalam membantu anak usia dini untuk memiliki kemampuan berhitung.

B.    Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang ada, penulis memberikan beberapa saran terkait dengan penelitian ini, adapun saran yang dikemukakan adalah sebagai berikut:

1.  Diharapkan guru dan orang tua mengambil peran dalam memperkenalkan permainan tradisional kepada anak, terutama permainan tradisional yang dapat memberikan banyak manfaat kepada anak dalam hal sosialisasi dan kemampuan kognitif lainnya.

2.  Diharapkan orang tua dapat membantu anak untuk mengembangkan kemampuan berhitung permulaan.

3.  Diharapkan guru dapat berperan aktif dan mengenali setiap anak didiknya dalam memahami seberapa jauh kemampuan berhitung yang dimiliki oleh masing-masing anak didik.

DAFTAR PUSTAKA

 

Alvisari, D. (2017, juni 8). EFEKTIVITAS PERMAINAN TRADISIONAL CONGKLAK DALAM MENGEMBANGKAN KOGNITIF ANAK DI TK TUNAS HARAPAN DI DESA PAGAR IMAN KECAMATAN NEGERI BESAR KABUPATEN WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG . skripsi, p. 26.

Dqlab. (2021, januari 21). Data Sekunder Adalah Jenis Data Penelitian yang Wajib Diketahui.

NASIONAL, M. P. (2009). PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA. STANDAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI .

Putri Budiani Dolok Saribu, J. S. (2018, juni 1). Pengaruh Permainan Tradisional Congklak Terhadap. Jurnal Usia Din, p. 29.

Sosiologis.com. (2018). Objek Penelitian: Pengertian dan Contohnya.

Syukwansyah, D. (2016, juni 2). PENGEMBANGAN BISNIS JOERAGAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PRINSIP EFEKTUAL. PERFORMA: Jurnal Manajemen dan Start-Up Bisnis, p. 155.

YULI ASMI ROZALI, M. P. (2020). MODUL SESI - 2 METODE PENELITIAN DAN PERBEDAANNYA. MODUL METODE PENELITIAN 1 (KUANTITATIF), p. 1.

YULI ASMI ROZALI, M. P. (2020). MODUL SESI-1 DEFINISI DAN TUJUAN PENELITIAN. MODUL METODE PENELITIAN 1 (KUANTITATIF), p. 4.

 

 

 

 

 

 

Komentar